Cara Konfigurasi SICAM RTU A8000 via WEB, Contoh Protocol IEC-104

Keyword: “How To Configure SICAM RTU A8000 via SICAM WEB”, Tutorial for IEC-104 Protocol and Digital Input/Output Configuration (Addressing & Mapping)

Check IP Address RTU dari display, apabila masih default (baru dibuka dari dus) maka IP Addressnya adalah 172.16.0.3, sesuaikan IP Address komputer kita agar satu kelas (misal 172.16.0.250)

SICAM A8000 - Siemens Compact RTU & Data Concentrator/GatewayIP Address PC - dibuat satu kelas dengan SICAM A8000

Buka Web Browser yang ada di komputer, misal internet explorer atau chrome, ketik https://172.16.0.3 pada address bar diatas. Jika muncul peringatan security connection, klik ADVANCED dan Proceed to 172.16.0.3 (unsafe) jika menggunakan Chrome.

Chrome - SICAM WEB caution connection not provate

Setelah masuk SICAM WEB, klik OK untuk melanjutkan. Secara default untuk login administrator belum ada password, jadi bisa langsung masuk tanpa password. Tampilan SICAM WEB adalah seperti gambar dibawah ini

SICAM WEB Login - SICAM A8000 SICAM WEB: Free, Easy & Lite Configuration Tool for SICAM A8000

Setting pemilihan Protocol yang digunakan, contoh: IEC60870-5-104

Pada SICAM A8000 tipe CP8000 terdapat dua buah port serial dan dua buah port ethernet yang dapat disetting berdiri sendiri atau redundant. Untuk menetapkan protocol IEC-104 ada di salah satu peripheral SICAM RTU, kita masuk ke Hardware & Protocol dan pilih ET84:Ethernet Interface IEC60870-5-104 di PRE 2 (Peripheral Interface). Setelah itu klik OK.

Peripheral Interface: Protocol Selection - SICAM A8000Peripheral Interface: Protocol Selection - SICAM A8000

SICAM RTU Restart, tunggu sejenak sampai RTU ready dan klik OK untuk terhubung kembali

Successfully Restart Confirmation - SICAM A8000

Mengganti IP Address SICAM RTU (Port X1 dan Port X4)

Untuk mengganti IP Address, masuk ke Setting – Network Setting – IP Address. Rubah IP Address sesuai dengan kelas IP yang dikehendaki dan tekan tombol Apply Changes yang berada diatas untuk mengaplikasikan perubahan IP. Setelah RTU restart, maka IP Address RTU sudah menggunakan yang baru, sehingga IP Address komputer juga harus disamakan kelasnya. Untuk masuk kembali ke SICAM WEB, masukkan https://alamat IP Address terbaru dan login kembali.

IP Address Setting - SICAM A8000

Setiap apply changes, kita diminta untuk restart RTU. Klik OK dan RTU akan restart, tunggu sejenak dan RTU akan terhubung kembali via WEB dalam beberapa saat.

Restart Confirmation - SICAM A8000

Konfigurasi Topology dan Connection Definitions

Konfigurasi Topology

Topology ini adalah kunci untuk mengarahkan jalur komunikasi RTU harus ke arah mana, melayani siapa, peripheral yang mana dan apa saja atributnya. Untuk jalur protocol IEC-104, diawal tadi kita sudah state dia akan berada di PRE2, maka disini juga harus kita deklarasikan.

Kebanyakan kegagalan komunikasi atau komunikasi ok tetapi data offline adalah gara-gara station address di topology berbeda dengan di connection definition.

Masukkan Address RTU di kolom REG (regional), kemudian peripheral yang digunakan di kolom SID-SSE (untuk IEC-104 di PRE2 sesuai setting diatas), masukkan nomor station (nantinya nomor ini harus sama dengan nomor station address di connection definition) dan harus unique/tidak boleh kembar dengan baris lainnya.

Konfigurasi Topology - SICAM A8000

Konfigurasi Connection Definition

Agar RTU berkomunikasi dengan dunia luar via IEC-104, kita harus mendefinisikan kepada siapa (IP Address mana) RTU ini harus berkomunikasi. Untuk menambahkan baris baru, klik Add row dan masukkan IP Address lainnya dimana RTU ini harus berkomunikasi (jika ada).

Connection Definition IEC104 - SICAM A8000

Konfigurasi Assignment Address IEC-104

Setelah topology dan connection definition selesai, langkah berikutnya adalah membuat address-address signal yang dibutuhkan. Address ini adalah image atau virtual alias hanya address dan belum terhubung dengan hardware input/output RTU atau not yet assigned.

Untuk memunculkan window Image, klik tombol Hide/Show yang terdapat pada sisi kanan atas window web. Tambahkan baris baru dengan menekan tombol Add, anda juga dapat menambah baris dengan jumlah banyak dengan mengisikan angka berapa rows disebelahnya.

Ketikkan RTU Address di CASDU, IOA1, IOA2, IOA3 dan TI (tipe data teleinformasi yang akan ditransmit)

Addressing IOA IEC-104 - SICAM A8000

Assignment Image Address IEC-104 ke Hardware Digital Input RTU

Agar image address yang telah kita buat bisa ngelink/terhubung dengan hardware binary input RTU, masuk ke i/O master module – 1: DI-810x (atau module input yang lainnya, jika ada lebih dari satu modul). Pilih/centang signal-signal yang akan dilink dengan binary input, signal-signal single/double point, yang ada di image kemudian klik ASSIGN. Signal tersebut akan secara otomatis membuat susunan signal di binary input, dari sini tinggal disetting alamat binary input/terminal BI yang mana yang digunakan disesuaikan dengan nama signalnya.

Konfigurasi Asignment Image ke Digital Input - SICAM A8000

Sembunyikan window image di kanan dengan menekan tombol hide. Konfigurasi kolom processing type, apakah signal tersebut di samping kiri membutuhkan satu digital input atau dua. Kemudian pilih digital input yang mana yang akan digunakan di kolom Datapoint, kolom Hardware pins akan otomatis menunjukkan terminal dari digital/binary input tersebut.

Konfigurasi Asignment Digital Input - SICAM A8000

Untuk meng-invert signal dari active high ke active low, masuk ke tab Parameter dan pilih Yes di kolom Inversion untuk baris signal tersebut.

Assignment Image Address IEC-104 ke Hardware Digital Output RTU

Cara konfigurasi untuk Digital Output RTU nge-link dengan address image IEC-104 sama dengan konfigurasi di digital input. Pilih signal dan assign ke module DO, kemudian sesuaikan jenis Processing type-nya, apakah single command ataukan double command, dan terakhir adalah pilih di Digital Output mana signal tersebut akan bekerja. Selesai…

Konfigurasi Digital Output - SICAM A8000

Langkah Selanjutnya adalah menguji signal IEC-104 dari RTU SICAM A8000 ini dengan Protocol Tester ASE2000, kita akan bahas di module berikutnya… Semoga Bermanfaat dan Selamat Mencoba!

Baca Keseluruhan Isi Posting Ini >

Mengatasi Instalasi DIGSI yang Bermasalah atau Error karena Uninstall & Install

Pernah mengalami tidak bisa install DIGSI setelah uninstall? Atau DIGSI jadi error karena pernah install program lainnya? Atau masih banyak lagi penyebab lainnya yang mengakibatkan sebuah software di dalam windows crash, hampir semua program bisa mengalami crash.

Anda membutuhkan software DIGSI 4 untuk memprogram relay tetapi belum memilikinya? DIGSI 4 dapat anda download DISINI (2.5 GB)

Bagaimana cara mengatasinya?

Untuk mengatasi program yang crash, cara paling efektif adalah dengan cara “clean installation”. Apa itu Clean Installation? Clean Installation adalah uninstall serta delete semua file dan registry sampai bersih kemudian install kembali software tersebut. Solusi yang simple bukan? Iya, tetapi kadang tidak semudah yang dibayangkan untuk kita yang masih awam..

DIGSI Installation Error - Can't Install DIGSI

Apa penyebab DIGSI tidak bisa diinstall lagi?

Jika ada error yang terjadi saat uninstall DIGSI atau kita secara sengaja atau tidak sengaja men-delete file yang diperlukan oleh DIGSI atau proses uninstall yang tidak tuntas karena diganggu virus dll, maka registry entry DIGSI yang seharusnya terhapus pada saat uninstall masih tetap tertinggal di windows. Kita tidak mungkin akan dapat menginstall DIGSI kembali dengan adanya registry lama yang tertinggal tersebut.

Untuk mengatasi kasus tersebut, kita dapat memodifikasi registry windows secara manual “dengan hati-hati” tentunya, atau dengan menggunakan software Revo Uninstaller.

Cara Mudah Clean Installation DIGSI (Uninstall-Delete & Re-Install) dgn Revo Uninstaller

Cara cepat dan praktis delete semua file instalasi DIGSI berikut registry entrinya bisa menggunakan software Revo Uninstaller, software ini akan menelusuri seluruh file dan registry yang tertinggal di dalam windows dan kita dapat mendeletenya. Jika anda belum memiliki software ini, silahkan unduh dari gambar/link dibawah.

Download Revo Uninstaller KLIK DISINI

DOWNLOAD REVO UNINSTALLER KLIK DISINI

Buka RevoUninstaller, cari Siemens DIGSI V4 dan klik dua kali untuk pilih uninstall. Ikuti seluruh petunjuk yang ada. Apabila ada pilihan untuk delete registry atau file leftover, centang saja semua dan klik Delete.

Apabila disana selain DIGSI ada juga ada STEP7 , sebaiknya ununstall juga STEP7 sampai bersih karena DIGSI versi-versi sebelumnya juga menyertakan STEP7 di dalam instalasi DIGSI. Selain itu juga ada Siemens Sigra dan Siemens IEC 61850 Configurator, ini boleh di-uninstall juga apabila menghalangi proses instalasi DIGSI, umumnya sih tidak tetapi boleh di-uninstall dan pada saat install DIGSI nanti progra ini akan ter-install kembali

Setelah selesai dan sudah benar-benar bersih, anda sudah bisa menginstall DIGSI kembali tanpa ada masalah.

Revo Uninstaller - Uninstall DIGSI and It's Registry

Clean Installation DIGSI (Uninstall-Delete & Re-Install) Secara Manual

Apabila DIGSI sudah pernah di-uninstall tetapi masih meninggalkan jejak sehingga DIGSI yang baru tidak dapat di-install, kita dapat secara manual mengedit registry windows. Klik Start kemudian ketik regedit dan tekan ENTER (untuk windows 7). Untuk windows XP: klik Start Program kemudian klik Run dan ketik regedit dan akhiri dengan menekan tombol ENTER.

Run Regedit from Windows

regedit siemens digsi

regedit siemens digsi

 

Instruksi manual pembersihan registry entry DIGSI () adalah sbb:

1.  Only DIGSI 4 or the DIGSI 4- Demo was installed

Once the above-mentioned has been carried out, you will find the subdirectory STEP7OEM exactly in the directory \HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Wow6432Node\Siemens\AUTSW (see example on previous page). In this case, the following subdirectories of directory \HKEY_LOCAL_MACHINE\ Wow6432Node\SOFTWARE\Siemens can be deleted:

  • DIGSI4
  • DIGSI4 Device
  • DIGSI4 Install
  • DIGSI4.85
  • INSInfoServer
  • Shared Components
  • SINEC
  • STEP7
  • AUTSW (don't delete the folder in case of an existing WinCC installation)
  • LicenseManagement (don't delete the folder in case of an existing WinCC installation )
  • LicenseManager (don't delete the folder in case of an existing WinCC installation)
  • SWS (don't delete the folder in case of an existing WinCC installation)

SIGRA4 may be, but does not essentially have to be deleted.

2.  Step7 and DIGSI 4 was installed

Then the STEP7OEM subdirectory cannot be found in directory \HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\ Wow6432Node\Siemens\AUTSW . In this case, you may delete the following subdirectories in the directory \HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\ Wow6432Node\Siemens :

  • DIGSI4
  • DIGSI4 Device
  • DIGSI4 Install
  • DIGSI4.85

SIGRA4 may be, but does not essentially have to be deleted.

After deletion of these entries reboot your PC. A new version of DIGSI4.X can now be installed.

Baca Keseluruhan Isi Posting Ini >

Cara Menambahkan Fungsi Autoreclose di 7SJ82 SIPROTEC5 dan Cara Settingnya

Secara default, 7SJ62 belum terdapat fungsi Autoreclose, meski demikian anda bisa dengan mudah menambahkan fungsi ini dengan men-drag & drop fungsi 79-Autoreclose dari library yang terdapat di sisi sebelah kanan di DIGSI5.

Buka project relay 7SJ82 (yg hendak ditambahkan fungsi 79-AR) di DIGSI5. Expand folder Types di Global Library, cari relay 7SJ82 Overcurrent dan temukan 79 Auto. reclosing, drag & drop dari kanan ke kiri ke posisi Circuit Breaker 1, Selesai! Sekarang relay 7SJ82 kita sudah ada fungsi Autoreclose..

DIGSI5 - Cara menambahkan fungsi proteksi autoreclose di SIPROTEC 5 7SJ82

Setiap fungsi yang terdapat pada library dapat kita drag & drop ke relay dengan syarat function point yang ada pada relay masih cukup. Apabila kurang, nilai function point relay ini juga dapat ditambah sesuai kebutuhan.

Klik dua kali di fungsi 79 Auto reclosing untuk setting. Setting utama yang perlu kita masukkan pada setting General adalah:

  • Mode harus ON
  • 79 operating mode: pilih without action time saja (jika dipilih with act time, maka kita harus mengukur waktu waktu dari trip sampai CB close kembali, jika waktu kurang maka autoreclose sudah masuk ke posisi block/timeout)
  • Reclaim harus diisikan, berapa detik waktu tunggu CB yg diperbolehkan untuk Autoreclose setelah CB masuk. Ada dua jenis, yg pertama waktu tunggu setelah sukses autoreclose dan yang kedua waktu tunggu setelah CB masuk via manual kontrol
  • Nilai yg lain boleh diabaikan, atau mengikuti gambar dibawah ini

 

Setting lainnya hanyalah setting tambahan yang diperlukan untuk aplikasi atau kebutuhan khusus

DIGSI5 - Cara setting general 79 Autoreclose di SIPROTEC 5 7SJ82

Dimana setting “Berapa kali CB boleh autoreclose?”

CB boleh autoreclose berapa kali bergantung pada berapa Cycle yang kita buat disini. Jika hanya ada Cycle 1 maka CB akan reclose satu kali saja selama reclaim time, selebihnya final trip atau lockout. Jika diinginkan reclose dua kali cukup ditambahkan cycle yg diinginkan dengan klik “Add Stage” pada tombol yang ada dibawah.

Pada Cycle 1 ini yang perlu dimasukkan hanyalah nilai waktu tunggu setelah Trip sampai relay memberikan command reclose. Misal kita isi 20 detik, setelah relay trip, relay akan menunggu sampai 20 detik dan setelah itu barulah relay akan reclose. Umumnya untuk jaringan tegangan menengah, nilai waktu tunggunya besar, sedangkan di jaringan tegangan tinggi waktu tunggunya hanya berkisar satu-dua detik ke bawah.

DIGSI5 - Cara setting cycle 79 Autoreclose di SIPROTEC 5 7SJ82

Semoga bermanfaat (ari)

Baca Keseluruhan Isi Posting Ini >

Cara Monitor (Spy/Tap) DNP3 antara Relay/Devices ke Gateway utk Observasi Data

Spy Data FlowTerkadang dalam sistem komunikasi antara peralatan dengan control centre ada kalanya mengalami anomali atau masalah, entah itu data corupt, salah format telegram atau sekedar salah address, dan masih banyak lagi fenomena-fenomena dalam hal sistem komunikasi. Untuk melacak/trace error tersebut kita harus melakukan analisa frame data yang mengalir antara master dengan slave (peralatan elektronik). Kita lihat apa saja percakapan yang terjadi antara master dengan slave, dimana yang salah sehingga terjadi anomali kapan dan dimana posisinya. Disini kita harus mengintip data flow yang terjadi pada port yang dijadikan jalur komunikasi melalui fasilitas diagnostic atau monitor yang ada pada software gateway atau concentrator yang digunakan.

Hal yang menyebalkan adalah kita memiliki data concentrator atau gateway tetapi tidak dilengkapi fasilitas diagnostic/data monitor sama-sekali sehingga setiap terjadinya anomali pada komunikasi antara peralatan ke gateway atau data concentrator kita sama sekali buta. “Tidak tahu salahnya dimana dan siapa yang salah dan tidak tahu apa yang harus dilakukan”. Benar-benar ghoib.. padahal kasus seperti ini adalah krusial sekali untuk sistem SCADA, menyebalkan sekali bukan? Baring teeth smile

Kali ini saya akan menunjukan salah satu alternatif bagaimana untuk melakukan investigasi & observasi dengan cara menyadap/tapping/memantau data flow atau conversation/percakapan apa saja yang terjadi antara data concentrator dengan perangkat elektronik (misal: relay, meter, avr, sensor, plc, dll). Dari sini akan nampak dimana percakapan yang salah dan menimbulkan anomali, hal yang hampir selalu terjadi dalam sistem komunikasi antar peralatan elektronik atau komputer. Komunikasi antara dua orang manusia saja dapat menimbulkan masalah dan polemik ya, apalagi benda mati.. In love

Let’s start How To monitor and analize data, you’re the Detective now.. Nerd smile

Tapping Data protocol DNP3 pada sistem komunikasi serial RS-485

Untuk memantau data flow di jaringan serial RS485 (multidrop) cukup mudah, kita hanya harus menghubungkan terminal A(D+) dari port RS485 komputer (atau menggunakan converter) ke terminal A+ dari peralatan yang hendak dipantau, begitu juga dengan port B(D-) ke terminal B-.

Software yang dapat kita gunakan untuk membaca data conversation antara master (data concentrator) ke slave (relay/peralatan) adalah ASE2000, dimana dengan software ini kita dapat membaca alur data masuk dan keluar. Selain terbacanya direction dari master ke slave atau sebaliknya, ASE2000 juga sudah mem-parsing data hexadecimal yang terbaca menjadi data format DNP3 sehingga mudah untuk kita baca. Sayangnya software ini sedikit sekali literatur dan manualnya ditemukan di internet, oleh karena itu kita akan kupas disini.

Cara Tap/Monitor Komunikasi Data di Sistem Komunikasi Serial RS485

Setting pada ASE2000 untuk Fungsi Monitoring

Buka software ASE2000 Communication & Protocol Tester kemudian untuk pertama kali kita harus memilih tipe protocol yang akan digunakan, klik File dan Select Protocol – DNP3. Apabila anda belum memiliki software ini, bisa anda dapatkan di sini, hasil googling dan berhasil nemu versi yang komplit.

ASE2000 - Select Protocol - DNP3

Langkah selanjutnya adalah setting COM port (karena protocol yang digunakan adalah protocol bermedia serial). Pilih COM Port sesuai yang kita gunakan berikut dengan Baud Rate yang digunakan.

ASE2000 - Communication Setting 

Buka setting DNP3 di PropertiesProtocol-Specific dan ikuti setting seperti gambar dibawah. Nilai address source & destination boleh tidak diisi/dibiarkan dengan any (*). Parity disesuaikan sesuai sistem yang dipantau. Internal indication boleh dicentang semua atau setidaknya centang minimal data class 1,2,3 dll seperti gambar dibawah.

ASE2000 - DNP3 Setting for Monitor Mode

Jika semua setting diatas sudah sesuai dengan sistem yang akan dipantau komunikasi datanya, selanjutnya adalah memulai data monitor dengan cara menekan tombol Monitor.

ASE2000 - Monitor Mode

Pada dasarnya transaksi data yang kita sedang pantau/sadap adalah dalam format hexadecimal, data tersebut dapat kita lihat pada kolom kiri. Pada kolom kanannya adalah merupakan hasil parsing atau terjemahan dari data hexa menjadi format yang mudah untuk kita baca dan mengerti dalam format frame protocol DNP3.

ASE2000 - Hasil Rekaman - Kiri Data Asli - Kanan Hasil Parsing/terjemah

Selain memantau langsung, kita juga dapat menyimpan data tersebut untuk kita kirimkan ke ahlinya atau pembuat produk tersebut atau sekedar disimpan untuk menganalisanya di kemudian hari. Untuk menyimpan rekaman data conversation antara SCADA/Gateway ke Relay/IEDs, kita cukup menekan Capture di File – Capture Enabled.

Untuk mengambil datanya kita bisa melihatnya dengan klik View Capture File dan copy file tersebut dari sana. View Capture File disini berfungsi untuk membuka dan membaca hasil rekaman yang sudah pernah dibuat.

ASE2000 - Capture Data - Simpan Data Rekaman

Dari sini kita tinggal jalankan monitoring secara terus menerus sampai kita menemui anomali tersebut (berdasar jam, menit dan detiknya) dan menganalisanya. Selamat mencoba.

Baca Keseluruhan Isi Posting Ini >

Menguji Protocol Modbus RTU dari Relay Reyrolle Argus 7SR menggunakan ASE2000

Untuk mengetahui apakah sebuah relay/peralatan dapat berkomunikasi dengan baik ke SCADA atau tidak, haruslah dilakukan pengujian protocol terlebih dahulu. Dari sekian banyak protocol tester yang ada, disini kita gunakan ASE2000 dimana sudah familiar dan paling banyak protocol dan fitur spy/data tap nya mudah dibaca/dianalisa. Disini kita akan menguji telesignal single, telemeter dan telecontrol.

Setting pada Relay Argus 7SR

Setting untuk kesemua jenis Argus 7SR series adalah sama, yakni dengan memilih protocol yang digunakan kemudian address relay dan baudratenya.

Caranya: masuk ke SETTING MODE melalui tombol ▼ kemudian tekan beberapa kali sampai masuk (12kali) sampai masuk COMMUNICATIONS dan tekan tombol ► masuk ke COM1 –RS485 Protocol. Tekan ENTER dan rubah protocol menjadi MODBUS-RTU dengan tombol ▼ akhiri dengan menekan ENTER

Setting Communication Protocol - Reyrolle Argus 7SR

Kemudian tekan ▼ lagi untuk mengganti Address Relay dari 0 menjadi 1 (atau berapapun yang dikehendaki) dan akhiri dengan ENTER. Selanjutnya mengganti baudrate sesuai dengan baudrate yang dikehendaki dengan menekan ▼ dan akhiri dengan ENTER. Baudrate awal relay adalah 19200 bps.

Setting Communication Address - Reyrolle Argus 7SR

Konfigurasi Koneksi antara Relay dengan Komputer (Protocol Tester Software)

Disini kita memerlukan sebuah converter untuk dapat terhubung ke komunikasi serial RS-485. Apabila laptop dilengkapi dengan port COM RS-232, maka diperlukan RS232-RS485 converter dan kabel. Apabila laptop hanya tersedia port USB, maka diperlukan sebuah USB-RS485, jika tidak ada maka dapat digunakan USB-RS232 dan disambung dengan sebuah RS232-RS485 converter (seperti foto dibawah).

Communication Configuration - wiring

Photo: Protocol Test Reyrolle Argus 7SR to ASE2000 - ModbusRTU Protocol

Konfigurasi ASE2000 untuk Protocol Modbus RTU

Buka software ASE2000 Communication & Protocol Tester kemudian untuk pertama kali kita harus memilih tipe protocol yang akan digunakan, klik File dan Select Protocol – Modbus RTU

ASE2000 - Select Protocol

Langkah selanjutnya adalah setting COM port (karena protocol yang digunakan adalah protocol bermedia serial). Pilih COM Port yang digunakan berikut dengan Baud Rate yang digunakan. Disini kita gunakan COM27 di tab Channel dan Baud Rate 19200bps Constant di tab Line, seperti yang ditunjukkan oleh gambar dibawah.

ASE2000 - Communication Properties - Baudrate

Masukkan alamat/address relay yang akan dituju atau dipooling datanya. Disini kita masukkan Address=1 sesuai dengan relay setting diatas. Jangan lupa disetting juga untuk Parity disesuaikan dengan relay apakah Even atau None.

ASE2000 - Protocol Specific - Slave Address

Test Protocol ModbusRTU Argus 7SR

1. Pembacaan Telesignal / Read Input Status

Percobaan pertama adalah dengan membaca binary input relay, di manual relay disebutkan bahwa address binary input relay adalah 10001 s/d 10006 (BI1-BI6). Double Click pada Read Input Status di Exchange List window. Address 10001 pengertiannya adalah: 10000 merupakan Fungsi read inputs status dengan address 1 sebagai start poinnya. Maka untuk mengakses 10001 s/d 10006, cukup masukkan Start=1 dan Count=5 di ASE2000.

Setting configuration ASE2000 - Read Input Status

Mulai Pooling Data

Untuk memulai pooling data sebagai Modbus Master atau Control Center, klik Simulate Master.

Mengaktifkan mode Modbus Master pada ASE2000 dan start pooling data

Tanda bahwa koneksi berhasil dan data masuk adalah adanya balasan data masuk DI 8-1 0000 0000. Apabila muncul “Response Timeout”, itu adalah pertanda komunikasi belum nyambung, apabila semua langkah diatas sudah dilakukan, biasanya penyebabnya hanyalah masalah kabel RS-485 yang tertukar antara A(D+) dan B(D-) saja.

Line Monitor - Data Frame Request & Response antara Relay dan ASE2000 terpantau

Klik View – Point Values dan kita akan melihat nilai bit dari DI 1 s/d DI 8. O adalah OFF dan 1 adalah ON. Untuk Modbus kekurangan dari protocol ini adalah tidak adanya timestamp sehingga tidak diketahui kapan signal tersebut ON ataupun OFF, dan sudah banyak orang meninggalkan protocol ini dan pindah ke DNP3 atau IEC.

Point Value - Nilai digital input relay terbaca di ASE2000

2. Pembacaan Telemeter / Read Input Register

Istilah pembacaan metering/analog value di Modbus adalah Read Input Register, mirip dengan Read input status. Bedanya input status dibaca dan dijabarkan per bit: 0000 0000, sedangkan input register dibaca satu byte (berisi delapan bit kombinasi) dalam bentuk nilai angka, ada yang 16bit adapula yang 32bit tergantung dari relay/peralatan yang bersangkutan.

Setting Read Input Register di ASE2000

Pada saat disimulate, akan muncul nilai analog value dari register tersebut. Sesuaikan bit data dan formatnya di Point Configuration, apakah Float32, FLOAT16, UINT32, UINT16, dlsb.

Point Value - Nilai Analog dari Relay Terbaca

3. Pengujian Telecontrol / Force Single Coil

Untuk melakukan kontrol via ASE2000, klik View – Digital Control kemudian centang Force Single Coil. Masukkan register address coil yang dituju ke kolom Point, misal address 1 untuk DO 1, address 3 untuk DO 3 dst. Klik Send Once untuk mengeksekusi output DO tersebut.

Fungsi Control / Force Single Coil - Modbus Protocol

Kita juga dapat mengisi angka 1 untuk DO 1 di kolom Start dan mengetik 5 untuk DO 5 di kolom Stop, apabila tombol Send Once kita klik terus-menerus maka ASE akan mentriger kontak DO 1 s/d 5 secara berurutan.

Selamat Mencoba! dan semoga bermanfaat.. (ari)

Baca Keseluruhan Isi Posting Ini >