Mengintegrasikan Relay Berbeda Protocol (DNP, Modbus, IEC61850) ke SCADA

SICAM A8000

Seiring dengan kemajuan teknologi komunikasi maka berkembang juga beberapa protocol baru yang lebih canggih dan lebih secure. Namun perkembangan teknologi kadang malah menjadi kendala tersendiri dikarenakan ekosistem peralatan yang ada masih campur baur dari peralatan tipe terlama sampai tipe terbaru. Hal ini seringkali menjadi permasalahan dan kerumitan tersendiri dalam hal integrasi peralatan ke SCADA.

 

Integrasi Dua Protocol Berbeda

Dibawah ini adalah contoh gambar sistem dengan dua protocol berbeda.

Simple SCADA Configuration

Disini kita memiliki beberapa peralatan dengan protocol Modbus RTU (modbus serial), hanya saja medianya yang berbeda (RS-285 dan RS-232). Sedangkan Control Centre atau SCADA menggunakan protocol IEC-104.

Agar peralatan di lapangan dapat berkomunikasi dengan control centre, maka diperlukanlah sebuah data concentrator atau protocol converter yang akan mengepul data (polling data) dari peralatan-peralatan Modbus kemudian mengkonversi bahasanya menjadi IEC-104 sehingga dapat diterima dan terbaca oleh SCADA. Sistem ini cukup umum dan tidak terlalu rumit.

Data concentrator atau protocol converter yang dapat kita jumpai dipasaran beragam dari mulai RTU atau IED yang mampu menjadi gateway sampai dengan embeded PC yang dipasangi software sebagai protocol converter.

Lalu bagaimana apabila peralatan tidak homogen atau tidak sama protocol-nya?

Kondisi yang sering terjadi belakangan ini adalah tumpang tindih, dimana produk baru terus masuk sedangkan produk lama belum sempat mengalami regenerasi. Alhasil, di sebuah gardu akan banyak terdapat peralatan berbeda protocol seperti: IEC-103, DNP3, Modbus, dan IEC61850. Bagaimana cara mengintegrasikannya agar dapat terbaca di SCADA?

Multiple Protocol SCADA Integration

Dengan konfigurasi seperti ini maka diperlukan sebuah data concentrator yang powerfull dan mampu melayani tiga protocol sekaligus dalam waktu yang bersamaan sehingga tidak ada penyimpangan timestamp. Data concentrator yang mampu multiprotocol dan flexible configuration umumnya sangat mahal dan besar.

Untuk menjawab permasalahan ini sudah banyak sekali jenis RTU baru yang beredar di lapangan untuk menjawab tantangan tentang sistem konfigurasi multi-protocol dalam SCADA. Saat ini sudah banyak RTU modern yang mampu berfungsi sebagai data concentrator multi-protocol dengan kemampuan standar: protocol DNP master & slave, Modbus master & slave dan IEC-10x master & slave.

Yang perlu diperhatikan sekali adalah kemampuan RTU atau data concentrator tersebut apakah mampu menjadi master sekaligus slave, apabila tidak maka anda rugi. Jangan sampai membeli kucing dalam karung.

Banyak sekali beredar di pasaran smart RTU yang mampu berfungsi sebagai data concentrator namun seringkali tidak flexible port komunikasinya atau terbatas sekali protocol yang didukung. Banyak yang support DNP3 namun tidak dijelaskan apakah bisa master dan slave sekaligus ataukah hanya satu arah saja. Apabila hanya support DNP3 slave saja, maka RTU hanya dapat berkomunikasi dengan master/Control Center dengan protocol DNP3 saja dan tidak dapat berkomunikasi dengan peralatan: relay, meter dll berprotocol DNP3. Sedangkan apabila hanya support DNP3 master saja maka RTU hanya dapat berkomunikasi dengan peralatan: relay, meter dll, tetapi tidak dapat berkomunikasi dengan master/control center yang berprotocol DNP3. Disini dibutuhkan kejelian.

Kemampuan expansi port komunikasi juga harus dipertimbangkan, karena lambat-laun sistem yang ada di gardu akan menjadi besar dan dibutuhkan port komunikasi yang banyak untuk melayani beberapa protocol berbeda. Jangan sampai pada saat ada penambahan peralatan, port komunikasi RTU sudah habis terpakai. Dengan opsi RTU yang memiliki fitur ekspansi port komunikasi adalah pilihan terbaik.

Fleksibilitas dalam pemilihan protocol dan penambahan protocol baru juga harus mendapat perhatian khusus. Seperti munculnya protocol IEC 61850 yang tidak dapat di support oleh data concentrator lama anda cukup membuat anda pusing bukan? Dengan memilih RTU yang memiliki fitur protocol banyak dan dapat di-insert protocol baru tanpa mengganggu protocol yang lama adalah pilihan terbaik. Anda sebaiknya berhati-hati dalam memilih embeded PC sebagai gateway apabila sistem berpotensi tidak homogen beberapa tahun yang akan datang. Karena software di dalam embeded PC tersebut harus di-develop terlebih dahulu agar support dengan protocol baru. Pertimbangan flexibilitas expansion module juga sangat terbatas untuk embeded PC yang difungsikan sebagai data concentrator, karena keterbatasan slot pheriperal PC.

Tantangan Smart Grid dengan Smart Protocol IEC-61850

Munculnya trend smart grid dan dicetuskannya smart protocol IEC-61850 merupakan tonggak perubahan yang sangat signifikan dalam dunia telecontrol. Banyak pabrikan atau vendor-vendor besar berlomba-lomba dalam memunculkan produk-produk smart grid dimana posisi peralatan menjadi independen dan intelligent.

Protocol IEC-61850 adalah protocol yang secara total berbeda dengan protocol-protocol pendaulunya, dimana protocol terdahulu menerapkan sistem master-slave. Pada sistem protocol master-slave, perangkat seperti relay pasif menunggu request dari masternya dan sistemnya juga berurutan sesuai yang dipanggil duluan. Sistem seperti ini mengakibatkan antrian dan delay pada sistem SCADA.

Pada sistem IEC-61850, relay bekerja aktif sebagai server melaporkan apabila ada kejadian sedangkan control center pasif sebagai client saja sehingga traffic dan antrian data tidak menumpuk. Bahkan dalam protocol IEC-61850, antar relay dan lainnya dapat saling berkomunikasi sejajar, sehingga memungkinkan adanya transfer trip via communication network atau salaing bekerjasama interlocking antar relay atau IED. Banyak sekali keunggulan dari IEC-61850 terutama dalam segi cyber-security dan keunggulan dalam interoperability antara beberapa merk.

Semakin banyaknya populasi proteksi relay dengan protocol IEC-61850 akan mengakibatkan permasalahan baru dalam sistem integrasi SCADA, seperti konfigurasi di bawah:

SCADA Config - Multiple Protocol SCADA Integration plus IEC 61850

Mengintegrasikan protocol modern seperti IEC-61850 memang tidak semudah membalik tangan, akan tetapi tetap saja banyak jalan yang bisa ditempuh. Sayangnya, data concentrator yang mampu mengkonversi protocol IEC-61850 ini masih jarang dan harganya yang terkenal mahal, baik itu yang berwujud RTU ataupun PC-based dengan software. Jangan heran nanti anda akan dipusingkan dengan license dari beberapa produk yang ada di pasaran.

Beruntung beberapa tahun belakangan ini Siemens sudah mengeluarkan RTU terbaru yang murah meriah dan berukuran kecil untuk memenuhi kebutuhan multiprotocol conversion, terutama dia sudah bisa IEC-61850. Harganya pun jauh lebih murah dari RTU umumnya bahkan tidak semahal harga relay, sehingga perangkat ini adalah solusi terbaik untuk mengatasi segala permasalahan dalam sistem konfigurasi SCADA multi-protocol.

SICAM RTU A8000 Features

Parameterisasinya pun tidak membuat pusing dengan software ber-license yang teramat mahal, kita dapat mengkonfigurasi smart RTU ini cukup via web browser:

SICAM WEB - RTU Configuration

Bentuknya kecil sehingga tidak memakan tempat apalagi harus menyediakan panel khusus, recomended solution untuk lokasi gardu yang limited space. Model minimalisnya sudah tersedia tiga buah port ethernet dan dua buah port serial plus internal modem GPRS yang memungkinkan kita memasangnya di lokasi remote area yang belum ada infrastruktur jaringan komunikasi (misal: proyek baru di daerah terpencil).

SICAM A8000 - CPU & Pheriperal

Solusi Terbaik dalam Integrasi Relay Multi-Protocol Termasuk IEC-61850

Akhirnya munculah SICAM A8000 dapat menjadi solusi kita terbaik kita saat ini, sehingga akan kita dapati konfigurasi SCADA seperti ini:

SCADA Configuration Solution with A8000

Tidak ada lagi kekhawatiran akan datangnya relay-relay dengan protocol beragam terutama smart protocol IEC-61850. Semua dapat dilayani oleh SICAM A8000 secara bersamaan.

Apakah RTU ini benar-benar compatible dengan IEC-61850 dan DNP3? Beberapa waktu lalu kami sudah sempat mengujikan RTU ini dengan relay ber-protocol IEC-61850 dan berhasil di PLN APD Banten.

Tampilan konfigurasi SICAM A8000 via web:

SICAM WEB - RTU A8000

Bagaimana Apabila Sistem Campur Baur Antara Multi-Protocol dan Konvensional?

Sebelum adanya relay berprotocol sudah banyak sekali terpasang panel-panel switchgear warisan masa lampau. Seiring berkembangnya dunia teknologi, switchgear-switchgear ini pun berbaur dengan switchgear dengan relay ber-protocol. Percampuran antara panel konvensional dengan panel modern memang banyak terjadi di gardu induk lama.

Agar switchgear lama tersebut dapat dimonitor oleh SCADA diperlukan RTU dengan input dan output berjumlah banyak sebanyak signal dari panel terpasang. Kesalahan pemilihan RTU yang tidak tepat akan mempersulit integrasi signal-signal dari switchgear konvensional. Permasalahan yang sering terjadi adalah keterbatasan input/output yang mengakibatkan harus mengganti RTU lama dengan RTU baru. Terlebih apabila RTU lama belum support dengan multi-protocol maka seperti sudah keharusan untuk mengganti RTU tersebut dengan smart RTU agar semua data yang diperlukan oleh SCADA dapat terakomodasi.

Kebetulan sekali, SICAM A8000 ini adalah tipe modular yang bisa expandable dari segi jumlah digital input, digital output, analog input, analog output bahkan jumlah port komunikasinya juga. Port ethernet dapat di-expand sampai 12 port yang bekerja secara simultan dan bebas konfigurasi, apakah untuk komunikasi ke SCADA ataukan komunikasi ke IED satelite/relay-relay.

SCADA Configuration Solution with A8000 plus Expandable Digital Input/Output & Analog

SICAM RTU A8000 dapat kita expand module sampai 8 slot card per unit dan apabila jumlah IO masih kurang, unit tersebut dapat kita renteng dengan expansion unit secara ring sampai banyak. Dengan model seperti ini memungkinkan kita untuk mengembangkan sistem SCADA pada gandu induk menjadi tak terbatas dan tidak ada kekhawatiran lagi akan kurangnya input/output ataupun permasalahan protocol, semua protocol didukung sampai ke level IEC 61850 baik Edition 1 ataupun Edition 2.

image

Semua port komunikasi pada A8000 flexible bisa diprogram untuk ke segala arah, tidak seperti RTU pada umumnya yang port-nya dedicated hanya untuk DNP3 master saja, DNP Slave saja, Modbus saja. Semua port-nya dapat disetting untuk protocol apa saja dan arahnya bebas, boleh menjadi master untuk koneksi ke relay atau jadi slave untuk koneksi ke control center. Khusus untuk fungsi slave/koneksi ke control center, A8000 dapat melayani beberapa server sekaligus atau dikenal dengan istilah multi-point slave untuk semua port komunikasinya.

“Powerfull, lite, modular design, flexible protocol, flexible port dan robust”

Apabila masih ada pertanyaan seputar integrasi relay IEC-61850 atau berkenaan dengan isi artikel ini silahkan mengisi kolom komentar dibawah. Kami membutuhkan komentar anda sebagai masukan dan update dari artikel ini.

Baca Keseluruhan Isi Posting Ini >

Update Firmware untuk Mengatasi Relay “Siemens-Reyrolle” yg Bermasalah

Latar Belakang Kenapa Relay Proteksi Harus di-Update Firmware

AriSulistiono - Update Firmware ReyrollePunya relay proteksi merk Siemens tipe Reyrolle yang sudah tua? Terkadang pada relay proteksi yang sudah lama sekali terpasang di lapangan masih menggunakan program atau OS atau firmware yang rendah, sehingga beberapa fitur baru belum terdapat pada relay tersebut. Sebagai contoh: relay proteksi reyrolle yang lama belum ada fitur untuk menampilkan “Last Fault Current Record” atau Rekaman Arus Gangguan Terakhir pada layar display (LCD) -nya. Atau juga, data-data address signal yang dapat dikirim ke SCADA masih sedikit atau tidak selengkap relay-relay versi baru. Dari kondisi ini maka kita memerlukan Pemutakhiran Program atau Update Firmware agar relay tersebut memiliki fitur komplit seperti relay tipe yang terbaru.

Terkadang juga kita akan menjumpai beberapa relay yang sudah beroperasi mengalami masalah, baik itu masalah yang timbul dari usia atau aging ataupun yang timbul dari kesalahan operasi atau setting yang tidak tepat. Disaat itu maka langkah terakhir yang dapat dilakukan adalah Update Firmware atau Flash ulang Relay Proteksi tersebut.

Bagaimana cara update firmware?

Pertama-tama, anda harus men-download file firmware relay reyrolle sesuai dengan tipe MLFB atau order code relay yang anda miliki. Misal 7SR11

Website Siemens

Setelah download, koneksikan laptop anda dengan relay menggunakan kabel USB printer

Kabel USB Siemens Reyrolle[image%255B23%255D.png]

Kemudian buka file dan jalankan program sampai proses Flash Firmware relay selesai

Open Firmware

Connecting Relay

Klik Next untuk melanjutkan

Klik Next

Klik Accept… dan Next

Centang "I Accept the Terms.." dan klik Next

Loading/Flash Program to the Relay

Saat proses selesai, relay akan minta tekan tombol ENTER sebagai konfirmasi bahwa relay telah berhasil di-update firmware dan relay kembali ke setelan asal atau default factory.

Congratulations.. Firmware Successful

Disini password relay juga ikut terhapus, prosesnya dan cara kerjanya mirip seperti proses flash pada smartphone android.

CATATAN PENTING!

Pada saat melakukan Update Firmware, harap koneksi antara PC dengan relay tidak boleh putus! Dan power supply relay ataupun laptop tidak boleh sempat padam/mati. Karena akan berakibat relay rusak permanen! Pastikan koneksi port USB laptop juga tidak kendor atau bermasalah.

Indikasi Error Yang Biasanya Muncul Saat Update Firmware Gagal

1. Incompatible Error Message, pesan ini akan muncul apabila firmware yang di-upload tidak cocok atau tidak sesuai dengan tipe relay yang bersangkutan. Langkah perbaikannya adalah men-download lagi firmware yang sesuai tipe atau seri atau order code dengan relay tersebut. Apabila masih gagal atau anda tidak berhasil menemukan firmware yang cocok, silahkan langsung menghubungi pihak Siemens atau kirim komentar dibawah.

Incompatible Firmware

2. Could Not Get Details For Device

Indikasi ini muncul apabila relay dan laptop gagal komunikasi pada sesi awal program dibuka. Cara mengatasinya, pastikan komunikasi terhubung sebelum program dijalankan.

Could Not Get Details For Device

Apabila program tetap tidak mendeteksi maka anda bisa memilih tipe seri relay yang sesuai dengan relay yang akan di update firmware, kemudian klik Next sampai proses selesai.

Choose Siemens Reyrolle Relay Variant

Apabila masih didapati kegagalan dalam upgrade firmware, maka dapat disimpulkan bahwa relay mengalami kerusakan CPU atau modul komunikasi depan sehingga perlu dilakukan repair di factory. Silahkan anda menghubungi pihak Siemens untuk mendapatkan perbaikan. Saran saya kumpulkan dahulu relay-relay yang mengalami kerusakan serupa sebelum dikirim ke SIemens agar cost-effective dan time-effective.

Apabila mendapati kesulitan, masalah ataupun pertanyaan, langsung saja isi kolom komentar dibawah. Anda dapat login via email, google, facebook ataupun twitter, komentar juga dapat disertai gambar. (-ari)

Baca Keseluruhan Isi Posting Ini >

Cara Mengatasi Relay Reyrolle 7SR Series yang Ter-Password

imagePassword Default

Secara default pabrikan, relay reyrolle tidak di set password jadi bisa dirubah setting kapan saja tanpa harus memasukkan password. Hanya untuk fungsi kontrol yang dikasih password secara default dari pabrikan, password untuk kontrol adalah “AAAA” dan ini hanya berlaku untuk kontrol dari depan relay.

Hal ini bisa dilihat pada setting, untuk setting password: NONE (tidak ada password), sedangkan control password: 340701675 (encryption code dari: AAAA).

image Password: AAAA

Hal ini sesuai yang tercantum pada manual 7SR:

image

Cara Menghapus Password dari Relay Reyrolle 7SR

Untuk menghapus password di relay, hal yang perlu dilakukan adalah mengetikkan kata “NONE” pada kolom isian password. Tidak bisa menghapus password dengan cara men_DELETE angka enkripsi di dalam kolom isian, harus diketik “NONE.

image

Cara Mengatasi Relay yang Ter-Password dan tidak diketahui passwordnya

Apabila anda memiliki relay yang sudah pernah diprogram atau disetting dan di-PASSWORD, sementara itu tidak ada satu orang-pun yang mengetahui password-nya, maka anda dapat melakukan beberapa langkah dibawah untuk mengatasi hal tersebut:

  • Kirim ke tim Siemens yang anda kenal atau yang telah men-supplai relay tersebut akan hal ini. Kirimkan detail kode enkripsi yang tertera atau tampil pada software reydisp evolution.
  • image
  • Setelah mengirimkan data tersebut via email atau media lainnya, Siemens akan menghubungi tim support dari pabrikan untuk meminta hasil decoded password. Contoh: decoded password 1631437209 adalah 1234. Maka password relay tersebut adalah 1234 (misalnya).
  • Atau anda juga bisa memanfaatkan media website ini untuk mengbungi saya dan mengirimkan kode enkripsi password relay anda yang ter-password. Cukup mudah bukan.

Alternatif Membuka Password dengan Metode Update Firmware

Cara lainnya yang dapat anda lakukan adalah meng-update firmware relay tersebut, maka relay akan kembali ke factory default secara keseluruhan atau kembali seperti relay baru dibuka dari kardus. Dengan kata lain, cara ini cukup powerfull untuk menghilangkan password, hanya saja kelemahan cara ini adalah kehilangan seluruh setting yang sudah pernah dibuat. Anda harus melakukan setting ulang relay, dan disarankan berikut dengan pengujian relay.

Bagaimana cara update firmware?

Pertama-tama, anda harus men-download file firmware relay reyrolle sesuai dengan tipe MLFB atau order code relay yang anda miliki. Misal 7SR11

image

Setelah download, koneksikan laptop anda dengan relay menggunakan kabel USB printer

image

Kemudian buka file dan jalankan program sampai proses Flash Firmware relay selesai

image

image

Saat proses selesai, relay akan minta tekan tombol ENTER sebagai konfirmasi bahwa relay telah berhasil di-update firmware dan relay kembali ke setelan asal atau default factory. Disini password relay juga ikut terhapus, prosesnya dan cara kerjanya mirip seperti proses flash pada smartphone android.

CATATAN PENTING!

Pada saat melakukan Update Firmware, harap koneksi antara PC dengan relay tidak boleh putus! Dan power supply relay ataupun laptop tidak boleh sempat padam/mati. Karena akan berakibat relay rusak permanen! Pastikan koneksi port USB laptop juga tidak kendor atau bermasalah.

Apabila mendapati kesulitan, masalah ataupun pertanyaan, langsung saja isi kolom komentar dibawah. Anda dapat login via email, google, facebook ataupun twitter, komentar juga dapat disertai gambar. (-ari)

Baca Keseluruhan Isi Posting Ini >

Cara Paling Aman dan Cepat Agar Xiaomi Redmi 3 Bisa Aktif 4G Tanpa Root

Latar Belakang

Kebetulan kemarin beliin hp istri tipe Xiaomi Redmi 3 dan langsung di flash pake MIUI8 karena ngebrick. Secara spek, Redmi 3 sudah support 4G namun entah kenapa tidak pernah masuk ke jaringan 4G padahal sudah ganti sim card USIM 4G di grapari.

Akhirnya googling dan tips ini adalah yang paling manjur dan tidak terlalu sulit dilakukan dan tidak membahayakan karena tidak perlu ROOT ataupun flash ulang pakai OS custom. *karena pengalaman buruk oprek-oprek flash OS dan endingnya brick/rusak jadi sy tidak rekomendasikan oprek OS*

Note: Tips ini dapat digunakan untuk Redmi 3, Redmi 3 Pro, Redmi Note 3, Redmi Note 3 Pro dan sejenisnya.

Sejarah Hilangnya Fitur 4G di Ponsel Xiaomi Redmi 3 Series

Aslinya redmi 3 atau Redmi Note 3 series ke atas sudah mendukung jaringan 4G di indonesia, namun banyak pengguna yang mengeluh pilihan jaringan 4G LTE hilang atau tidak pernah dapat. Hal ini terjadi pada redmi 3 yang di jual secara resmi di indonesia.

Xiaomi Redmi 3 4G LTE

Kenapa sih Redmi 3 kok nggak bisa 4G di Indonesia? ini dikarenakan memang xiaomi terpaksa menguncinya agar tetap boleh berjualan di indonesia. Sesuai peraturan pemerintah tahun 2016 mengharuskan ponsel 4G yang masuk ke indonesia harus menggunakan 30% unsur dalam negeri (TKDN).

Hal tersebut di lakukan pemerintah bertujuan agar indonesia tidak hanya di jadikan target pemasaran saja, namun vendor ponsel harus berinvestasi, bangun pabrik, mengembangkan software atau hardware di dalam negeri. sehingga akan membuka lapangan pekerjaan baru untuk rakyat indonesia.

Nah begitulah sejarahnya, terus yg udah terlanjur kebeli untuk ngakalinnya gimana? Mari kita bahas bagaimana cara memunculkan opsi jaringan 4G yang hilang pada ponsel xiaomi redmi 3 series.

Tutorial Cara Aktifkan Sinyal 4G di Xiaomi Redmi 3 Series

*Syarat : Pastikan di daerah kamu memang sudah terdapat jaringan 4G (bisa cek dari HP lainnya) dan kartu / SIM card kamu sudah mendukung 4G (USIM), apabila belum dapat diganti di Grapari terdekat atau beli perdana 4G.

1. Lepaskan SIM Card menggunakan penusuk atau ejector SIM Card, asal keluar sedikit saja yang penting SIM card terputus koneksinya. Kemudian masuk ke info telepon dengan dua cara di bawah (Pilih salah satu).

Cara pertama, Buka pengaturan > gulir ke paling bawah, pilih Tentang ponsel > lalu ketuk info Memori Internal beberapa kali dengan cepat sampai masuk ke Informasi Telepon.

Screenshot_2017-01-06-07-23-48-324_com.android.settingsScreenshot_2017-01-06-07-23-56-923_com.android.settings

Atau Cara kedua, masuk ke menu DIALER dan tekan *#*#4636#*#* sampai masuk ke Informasi Telepon.

Screenshot_2017-01-06-07-23-07-239_com.android.contacts

Kemudian akan muncul tampilan seperti gambar di bawah ini, lalu pilih Informasi telepon 1 atau 2 sesuai dengan kartu mana yang digunakan atau yang diaktifkan paket data internetnya.

Screenshot_2017-01-06-07-22-11-849_com.android.settings

2. Geser ke bawah, lalu “Setel jenis jaringan yang disukai” dengan cara ketuk bagian “TD-SCDMA, GSM/WCDMA”. Tulisan pada bagian ini akan berbeda-beda bergantung pada kartu SIM yang digunakan.

Screenshot_2017-01-11-06-31-30-597_com.android.settings

3. Ganti ke “LTE/CDMA auto (PRL)”. Pilih LTE/CDMA auto (PRL) untuk indosat ooredoo. Untuk simpati pilih LTE Only atau LTE/GSM auto (PRL). Boleh untuk dicoba-coba dan ditest hasilnya lebih pas pakai mana. Untuk yang sudah mencoba dengan kartu lain silahkan share pengalaman kamu di kolom komentar dibawah.

Screenshot_2017-01-11-06-33-01-938_com.android.settings

4. Pastikan pilihan LTE tadi masuk, jika tidak pilih mode lain yang ada LTE-nya yang bisa. Berbeda operator atau provide SIM akan berbeda juga pilihan jaringan yang dapat digunakan. Jika sudah berhasil ke pilihan jaringan LTE, tekan kembali

5. Masukkan kembali SIM Card dengan mendorong masuk setelah itu masuk Pengaturan, lalu pilih “Kartu SIM & Jaringan Seluler” > pilih SIM 1 atau 2 yang digunakan untuk paket data > kemudian pilih “Tipe Jaringan prioritas” dan Pilih “Prioritas 4G”.

Screenshot_2017-01-06-07-24-46-725_com.android.phoneScreenshot_2017-01-06-07-24-58-487_com.android.phone

jika belum menemukan jaringan prioritas 4G, maka ponsel anda belum masuk ke fitur jaringan 4G. Bisa diulangi dengan masuk ke Info Telepon kembali dan memilih jenis jaringan yang sesuai dengan SIM Card.

Screenshot_2017-01-06-07-25-05-406_com.android.phone

6. Akhir nya sinyal 4G sudah aktif di ponsel Xiaomi Redmi 3 dan siap berselancar di dunia maya dengan cepat. Indikasi signal 4G untuk Indosat dan Telkomsel akan terlihat berbeda dengan gambar dibawah.

Screenshot_2017-01-06-07-21-29-010_com.miui.home

Note: Kelemahan tutorial diatas, apabila ponsel restart atau dimatikan maka settingan akan berubah kembali semula. Jadi bila hp sudah di restart dan jika ingin menikmati jaringan 4G, lakukan ulang cara di atas.

Apabila sudah terbiasa nanti tidak akan sulit lagi, bookmark atau simpan halaman ini agar tidak lupa. (-Ari)

Baca Keseluruhan Isi Posting Ini >

Cara Memperbaiki Sendiri Horn Speaker TOA/Speaker Corong Masjid yang Rusak

P70102-085021

Pada kesempatan kali ini saya ingin membagikan tips singkat “Cara memperbaiki speaker TOA masjid yang rusak”. Perbaikan speaker corong ini relatif sangat mudah dan tidak membutuhkan skill/keahlian khusus, syaratnya hanyalah saudara harus teliti dan bisa membuka baut dengan benar. Semoga dengan tutorial singkat ini, pembaca semua dapat memperbaiki sendiri speaker masjid yang rusak di lokasi saudara.

Untuk melihat video proses perbaikan speaker TOA, saudara bisa lihat di sini

Tahap Pengecekan

Untuk mengecek apakah horn speaker atau speaker corong rusak atau tidak, diperlukan multitester. Pada kondisi normal atau speaker masih berfungsi, apabila diukur dengan multitester (pada posisi Ohm) dari kedua ujung kabel speaker (hitam dan putih), akan menunjuk pada angka berkisar antara 4-20 Ohm, nominal impedansi speaker TOA adalah 12 Ohm. Apabila speaker rusak, biasanya kumparan atau spull-nya akan terbakar dan-atau putus, sehingga apabila diukur maka tidak akan menunjuk angka. Biasanya, apabila speaker corong/horn speaker sudah tidak berbunyi lagi maka hampir dapat dipastikan spull-nya sudah putus.

P70102-085422

Solusi Perbaikan

Untuk memperbaiki horn speaker agar dapat bersuara lagi tanpa harus membeli horn speaker TOA yang baru, saudara cukup membeli diaphragm (diafrahma) atau membran atau spull (istilah toko audio) merk TOA dengan kode TOA ZG-30DA untuk tipe horn ZH-5025B atau ZH-5025BM atau ZH-5025BB (tipe speaker TOA 25Watt). Diaphragm TOA dijual di pasaran berkisar 40ribu-an, jauh lebih ekonomis dibanding mengganti speaker baru dengan harga 400ribu lebih. Suara pun sama-saja. Agar lebih awet boleh juga digunakan tipe diaphragm yang lebih tinggi Watt-nya, namun harus juga diperhatikan kecocokan diaprhagm dengan body speaker. Untuk pemula, kita gunakan saja sesuai spesifikasi yang ada.

 image

Tahap Pembongkaran

Pembongkaran dari horn speaker TOA dimulai dari melepas empat baut yang ada dibelakang horn atau di sisi keluarnya kabel.

P70102-085652

Kemudian goyangkan dengan sedikit menghentak, sampai bagian belakang horn terlepas dari corongnya untuk mempermudah pembongkaran spull atau diaphrahm (ind: diafrahma)

P70102-100047

Buka ke-empat baut pada sisi moncong speaker TOA sampai bagian moncong terlepas dengan penutup kabel belakang. Lepas kedua kabel hitam-putih.

P70102-091513

Buka ke-empat baut terakhir pada penghubung badan magnet ke chasis utama. Disinilah posisi diaphragm, lepas membran diaphragm dan biarkan plasti penutup tetap di tempatnya. Jangan takut salah atau kebalik karena body mounting speaker berbeda antara sisi L1 + dan L2 -

Ambil diaphragm yang baru, kemudian tempatkan ke dalam lubang magnet dan pastikan lubang-lubang baut antara body magnet dengan body spull/membran sudah pas agar nanti mudah dipasang kembali.

Note: pegang dan pasang spull dengan hati-hati, perhatikan agar bagian gulungan koil di bawah membran tidak rusak bentuknya/penyok. Perhatikan juga bagian lubang/celah magnet tidak boleh kemasukan pasir atau debu yang akan membuat spull mudah putus/rusak.

P70102-091557image

Tahap Pemasangan & Pengetesan

Pasang kembali body magnet beserta spull ke dalam chasis utama dan baut dengan kuat, pastikan bersih tidak ada debu yang masuk atau bersarang. Posisi L1 & L2 tidak boleh tertukar, ikuti bentuk membran sesuai dengan body chasis.

Pasang kabel hitam ke posisi terminal L2 atau ditandai dengan tulisan BLACK pada body chasis, kabel putih pada L1. Kemudian pasang cover penutup belakang beserta dengan moncong-nya menggunakan skrup yang tersedia.

Pada tahap ini, speaker sudah bisa di-tes dengan suara menggunakan amplifier atau cukup diukur impedansi-nya menggunakan multitester (harus menunjuk sekitar 12 Ohm).

Setelah selesai diuji, langkah terakhir adalah memasang kembali corong-nya dan speaker TOA siap dipasang kembali ke tempatnya. Pastikan baut cukup kencang (jangan terlalu kencang yang berakibat merusak baut dan ulir/rumah baut) sehingga terhindar dari masuknya air dan debu.

Selamat mencoba dan semoga bermanfaat – Ari Sulistiono

Video Tutorial Cara Memperbaiki Sendiri Speaker TOA yang rusak:

Baca Keseluruhan Isi Posting Ini >